Aduhai kekasih
Sepertinya letih, tersenyumlah
Biarlah bibir merahmu merekah
Tak usah resah berkeluh kesah
Aduhai kekasih
Sepertinya gerah, tertawalah
Lepaslah geram yang bercongkol di dalam
Tak usah bimbang kalau suara sumbang datang
Aduhai kekasih
Sepertinya susah, sabarlah
Sematkan diri lalu jalani yang telah diyakini
Tak perlu ragu andai cukup mampu
lalu lalang rintang yang menghadang pasti berlalu
Seperti perjalanan waktu
Aduhai kekasih
Sepertinya gelisah, tenanglah
Peluklah tonggak yang berdiri tegak dengan erat-erat
Tak perlu jengah apalagi...
Papuma Beach
Barisan Pemimpin Masa Depan
HIMASKA "Helium"
Khotmil Qur'an dan Tumpengan
Kelas A 2008
Jalan-jalan ke Candi Badut+makan bareng
Perpisahan Kelas
Foto bareng di depan Fakultas Saintek
Kelas B-4 PKPBA
Kuliah PKPBA di depan Rektorat
Keluarga Besar Heler
Mandi Bareng di Penumpasan
Muktadi Amri Assiddiqi
Narsis Rumah Jorogrand
Pramusta Bapewil IV Ikahimki
Upgreding Bapewil IV Ikahimki di Pantai Papuma
"Pil Pemilu"
23.29
Corat-Coret, Hiburan
Jungkir balik jejal pendapat
Turun ke bawah menjaring rakyat
Mulai dari Atraksi magic seperti akrobat
Orasi panggung yang memikat
Wacana manis penebus niat
Manuver kocak ala capung nekat
Amplop wasiat bagi saku terdekat
Jabat berjabat tangan pejabat
Safari momental di kala sempat
Kendati lupa setelah dilihat
Sorak sorai tumpah di jalanan
Lambaian tangan di atas bangunan
Di pohon-pohon berjejeran bagai selebaran
Di tiang-tiang melawan ancaman
Di halaman bahkan lapangan Teriak kegirangan
Dari kejauhan hanya terlihat tangan-tangan yang dicalonkan
Simpatisan...
"Kurban yang Tergadaikan"
09.29
Corat-Coret, Hiburan
Detik-detik menjelang 'Idul Adha
Sebagian menghadap ilahi
Menunaikan ibadah haji
Setelah sekian lama menanti
Sebab menunggu nomor antri
Yang lain menghamba lewat puasa
Sedekah dan kurban ditunaikan bagi sesama
Karena tidak semua bernasib sama
Hari raya kurban sebentar lagi
Orang-orang sibuk menyiapkan diri
Hewan sembelihan siap didandani
Mereka cantik seperti putri
Sehat dan Gemuk bagai atlet berisi
Meski leher berjumpa belati
Dia masih memasrahkan diri
Kulit Daging dan tulang dibagi-bagi
Hingga tak satu pun yang terlewati
Walau ada pula yang...
"Papan Nama"
09.33
Corat-Coret, Hiburan
Oh pejuang
Aku tidak kunjung paham
Kenapa orang berjuang dan bertahan
Padahal nyawa dipertaruhkan
Tak sedikit yang hilang
Berjarak dengan ruang setelah dibuang
Bahkan ada yang mati
Dilahap api
Disayat belati
Ditelan racun
Dipenggal jagal
Ditimbun tanah
Entah apa lagi
Namun jangan khawatir
kau tak kan terlupakan
Suara lantangmu terbang di udara
Memekik telinga mendobrak dada
Merawat ingatan yang pura-pura lupa
Melawan lupa yang sadarnya tak lama
Wahai pejuang
Sedikit lancang ku sampaikan
Nisan baktimu tak akan lekang
Meski tulisannya hilang
Karena...
"Nyanyian Seorang Tahanan"
23.03
Corat-Coret, Hiburan
Kini ku hanya bisa diam
Dengan mata tertutup
Mulut dikunci rapat
Tangan di ikat erat
Hanya terdengar suara bisikan
Langkah yang agak berat
Lalu ku digiring entah kemana
Sampai akhirnya menjelma
di tengah ruang minim cahaya
Semua tampak gelap
Baunya pengap
Tanpa tikar
Tanpa hiasan
Tanpa perabotan
Rupanya Ku di buang dari tatapan
Beranjak ke ruang ratapan
Hujatan tiada terlewatkan
Ancaman tiada ketinggalan
Peluru datang bagai sengatan
Ditendang ditekan santapan harian
Dilecehkan diabaikan menu tambahan
Terkadang berjumpa penyesalan
Hari berganti...
"Lempar Batu Sembunyi Tangan"
19.08
Corat-Coret, Energi
Berulang kali kau bilang aku kepala batu
Sedang batu belum tentu mau
Batu diam tidak mau tahu
Batu kan tidak punya nafsu
Kalau dipikir-pikir kitalah yang membatu
Ah sudahlah
Kau seperti melempar batu sembunyi tangan
Ambil buang kemudian cuci tangan
Takut disalahkan
Maunya selalu dibenarkan
Khawatir dijerumuskan
Padahal mau diluruskan
Ya sudahlah
Aku seperti ngotot bela diri
Padahal belum tahu pasti
Mungkin percaya diri terlalu dini
Berlagak orang paling suci
Ha...ha..ha..
Kalau tidak begini
Aku tidak akan punya jati diri
Ya biar tampak punya...