Papuma Beach

Barisan Pemimpin Masa Depan

HIMASKA "Helium"

Khotmil Qur'an dan Tumpengan

Kelas A 2008

Jalan-jalan ke Candi Badut+makan bareng

Perpisahan Kelas

Foto bareng di depan Fakultas Saintek

Kelas B-4 PKPBA

Kuliah PKPBA di depan Rektorat

Keluarga Besar Heler

Mandi Bareng di Penumpasan

Muktadi Amri Assiddiqi

Narsis Rumah Jorogrand

Pramusta Bapewil IV Ikahimki

Upgreding Bapewil IV Ikahimki di Pantai Papuma

"Suara Pinggiran"

Dari ruang sempit
Berbentuk segi empat
Kudengar suara-suara tersekat, berat.
Suara luka kebencian
Suara duka ketimpangan
Suara lara kebodohan
Suara lega keangkuhan
Suara tega penindasan

Sepi. Tegang-renggang
Beresonansi.
Berdengung terngiang.

Datang.

Suara getir kemalangan
Suara getar kekuasaan
Suara sayu kepura-puraan
Suara pilu kerakusan
Suara palu perselingkuhan
Suara saru penggusuran

Hilang. Datar-tegar.
Bergelombang.
Berdendang terbang

Entah suara apa lagi
Harus kuakui
Tak semua mampu kukenali

Ketika bait ini kurangkai
Suara itu belum berhenti
Terbungkus rapi

Pergi.

Tiada bunyi.
Sunyi.


"Sang Pena"

Aku adalah sang pena
Tintaku seluas samudera

Dari hari ke hari
Setitik sepintas lintas
Menetes. Menetas bayi dunia
Meretas nyata, membingkai
Seperti dirinya

Dalam rahim masa
Ia diasuh diasih diasah
Hingga tumbuh dewasa, menua
Menjadi cakrawala.

Aku adalah sang pena
Titik di mana asal bermula
Puncak segala usul bermuara

"Hujan Hatiku"

Hujan terjatuh
Rindu berlabuh

Tanah bersimpuh
Dada berteduh

Pelangi bersimfoni
Harmoni bersemi

Pelita melingkupi
Hati melengkapi

"Kau dan Lumpur"

Suara burung itu membawaku
Pada raut wajahmu
Yang dirias lumpur
Ketika senyummu lebur
Bersama benih subur
yang kau kubur

"Paru-paru pagi"

Paru-paru pagi
Kembang kempis
Selaras seirama
Melambungkan mimpi-mimpi
Para penghuni bumi

Paru-paru pagi
Berdenyut seperti nadi
Hampir setiap hari

"Hadir"

Ketika bersamaku
Jangan sekali-kali
Mencari di luar diriku
Sebab bagiku
Hadirmu adalah kulminasi
Seperti angka satu

"Hanya ingin..."

Entah kenapa aku hanya ingin bertemu
Sekadar sambung ragu agar beregu
Sekadar sambang rindu agar berpadu
Daripada sumbang jemu
Tapi tak kunjung kau jamu

Padahal hanya ingin bertemu
Hanya ingin
Hanya ingin
Kau

"Rindu Yang Pulang"

Sudah larut malam
Saatnya rindu pulang
Memangkas jarak yang terbentang
Menjadi sebuah kealpaan