Papuma Beach

Barisan Pemimpin Masa Depan

Tumpukan Terakhir

Hidup di atas kasur plastik sisa pesta keluarga mapan adalah hal biasa bagiku. Hidup sebatang kara di tengah rerimbun sampah sudah bukan hal yang asing bagi diriku. Aku yang telah terbiasa mengais botol, kertas dan remah-remah yang menumpuk di belakang rumah plat merah itu untuk menukarkannya dengan sebotol air dan sebungkus nasi. Selebihnya saya peroleh dengan mengambil bekas makan orang-orang yang ditinggalkan di atas meja kedai pojok.  Menjelang fajar, saya berangkat hanya bermodalkan goni sebagai wadah penampung harapan yang tercecer....

"Dunia Mimpi"

Ketika terbangun Sebagian hidupku tersingkir Oleh dekapan mimpi Yang tertinggal di balik bantal Padahal Ingin kuulangi Bagian per bagian yang kukehendaki Namun memori bagai terkunci Menolak untuk kembali Entah,    Memoriku yang tak kuasa    Mengangkat tanda-tanda Ataukah,    Ingatanku memang sengaja    Menyimpan milyaran bahasa Ketika aku kembali    Duniaku telah lari    Mimpiku telah rapi Dibungkus sun...

"Menghadap Kopi"

Bila kopinya datang Jangan lupa haturkan kalam Agar pahitnya tenang Memelukmu dari dalam Ketika kopinya tandas Sebelum bergegas Jangan lupa haturkan pesan Sebentuk pujian Kepada pemilik kenikmatan Sampai jumpa lagi....

"Terbawa Mimpi"

Baru kusadari Setelah sekian kali mentari menepi Hati ini masih sepi Lenyap terbawa mimpi...

"Segera"

Asal kau tahu Awan di langit dadaku bergemuruh Berkilat petir, menyambar Ujung mahkotamu yang ragu Akan kedatanganku Bergegaslah buka jendelamu Sebelum semuanya berla...