Hidup di atas kasur plastik sisa pesta keluarga mapan adalah
hal biasa bagiku. Hidup sebatang kara di tengah rerimbun sampah sudah bukan hal
yang asing bagi diriku. Aku yang telah terbiasa mengais botol, kertas dan
remah-remah yang menumpuk di belakang rumah plat merah itu untuk menukarkannya
dengan sebotol air dan sebungkus nasi. Selebihnya saya peroleh dengan mengambil
bekas makan orang-orang yang ditinggalkan di atas meja kedai pojok.
Menjelang fajar, saya berangkat hanya bermodalkan goni
sebagai wadah penampung harapan yang tercecer....
Papuma Beach
Barisan Pemimpin Masa Depan
HIMASKA "Helium"
Khotmil Qur'an dan Tumpengan
Kelas A 2008
Jalan-jalan ke Candi Badut+makan bareng
Perpisahan Kelas
Foto bareng di depan Fakultas Saintek
Kelas B-4 PKPBA
Kuliah PKPBA di depan Rektorat
Keluarga Besar Heler
Mandi Bareng di Penumpasan
Muktadi Amri Assiddiqi
Narsis Rumah Jorogrand
Pramusta Bapewil IV Ikahimki
Upgreding Bapewil IV Ikahimki di Pantai Papuma
"Dunia Mimpi"
09.59
Corat-Coret
Ketika terbangun
Sebagian hidupku tersingkir
Oleh dekapan mimpi
Yang tertinggal di balik bantal
Padahal Ingin kuulangi
Bagian per bagian yang kukehendaki
Namun memori bagai terkunci
Menolak untuk kembali
Entah,
Memoriku yang tak kuasa
Mengangkat tanda-tanda
Ataukah,
Ingatanku memang sengaja
Menyimpan milyaran bahasa
Ketika aku kembali
Duniaku telah lari
Mimpiku telah rapi
Dibungkus sun...
"Menghadap Kopi"
08.13
Corat-Coret
Bila kopinya datang
Jangan lupa haturkan kalam
Agar pahitnya tenang
Memelukmu dari dalam
Ketika kopinya tandas
Sebelum bergegas
Jangan lupa haturkan pesan
Sebentuk pujian
Kepada pemilik kenikmatan
Sampai jumpa lagi....
"Terbawa Mimpi"
07.32
Corat-Coret
Baru kusadari
Setelah sekian kali mentari menepi
Hati ini masih sepi
Lenyap terbawa mimpi...
"Segera"
01.43
Corat-Coret
Asal kau tahu
Awan di langit dadaku bergemuruh
Berkilat petir, menyambar
Ujung mahkotamu yang ragu
Akan kedatanganku
Bergegaslah buka jendelamu
Sebelum semuanya berla...